Studi Pada Bank Indonesia Periode Tahun 2006:IV-2015:III

PENGARUH JUMLAH NILAI EKSPOR, IMPOR DAN  PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP NILAI TUKAR DAN  DAYA BELI MASYARAKAT DI INDONESIA
 Studi Pada Bank Indonesia Periode Tahun 2006:IV-2015:III
Miranti Sedyaningrum, Suhadak Nila, Firdausi Nuzula

A.    Masalah
Seberapa besar masalah pengangguran dapat mengindikasi daya beli pada suatu negara? Dan seberapa besar daya beli pada suatu negara bergantung pada pendapatan perkapitanya?

B.     Teori
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian jangka panjang. Menurut Sukirno (2010:56) perekenomian dapat dikatakan tumbuh jika balas jasa riil atas faktor-faktor produksinya pada tahun tertentu lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Gambaran kasar tentang ukuran pertumbuhan ekonomi suatu negara biasanya menggunakan tingkat PDB yang dicapai oleh negara tersebut. 
Nilai tukar atau yang biasa disebut dengan kurs merupakan harga atau nilai mata uang negaranegara lain yang dinyatakan dalam nilai mata uang domestik. Kurs valuta asing juga dapat didefinisikan sebagai jumlah uang domestik yang dibutuhkan, yaitu banyaknya rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing. Nikai tukar ditentukan dari banyaknya permintaan dan penawaran di pasar atas mata uang tersebut. 
Daya Beli daya beli adalah kemampuan konsumen membeli banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu, pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.

C.     Metode dan Data
Jenis penelitian ini adalah penelitian explanatory dengan metode kuantitatif. Penelitian ekplanatori merupakan jenis penelitian yang menekankan hubungan kausalitas atau sebab akibat antara dua atau lebih variabel yang saling mempengaruhi.
Data yang diperoleh pada penelitian adalah data sekunder, dimana data yang diperoleh dari pihak terkait seperti Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistika dalam bentuk time series selama 9 tahun dari periode kuartal IV tahun 2006 hingga kuartal III tahun 2015. 

D.    Hasil
Hasil uji simultan menunjukkan bahwa ekspor, impor, dan pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar dan daya beli. Hasil uji parsial menunjukkan bahwa variabel ekspor memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai tukar, sedangkan variabel ekspor dan impor juga memiliki pengaruh signifikan terhadap daya beli.
Ada dua hal dalam penelitian ini yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat di Indonesia. Pertama, adalah ekspor, nilai ekspor yang tinggi akan meningkatkan produktifitas dalam negeri sehingga penyerapan tenaga kerja secara penuh dan pengangguran berkurang. Berkurangnya pengangguran akan meningkatkan pendapatan perkapita sehingga daya beli akan meningkat. Hal tersebut tidak akan terjadi ketika peningkatan nilai ekspor bukan dikarenakan naiknya volume ekspor melainkan karena harga barang-barang ekspor yang naik.
Kedua, adalah impor, impor yang tinggi akan mengakibatkan produktifitas dalam negeri menurun sehingga pengangguran lebih banyak terjadi dan pendapatan perkapita menurun. Penurunan pendapatan perkapita akan menurunkan daya beli masyarakat. Hal tersebut tidak terjadi jika barang-barang yang diimpor ialah barang-barang modal maupun barang-barang setengah jadi. 


Comments

Popular Posts