MEMBANGUN KEUNGGULAN BERSAING INDUSTRI KECIL GULA MERAH TEBU (IKGMT) : Kiat Bersaing di Pasar Ekspor

MEMBANGUN KEUNGGULAN BERSAING INDUSTRI KECIL GULA MERAH TEBU (IKGMT) : Kiat Bersaing di Pasar Ekspor
Suparyadi
A.    Masalah
Bagaimana membangun keunggulan bersaing IKGMT agar mereka eksis dalam persaingan yang makin ketat. Namun ini semua tidak akan bermakna apa-apa tanpa dukungan pihak-pihak terkait, termasuk dunia perbankan, terutama peran aktif pemerintah selaku pemegang otoritas kebijakan publik?

B.     Teori
Makalah ini diawali dengan mengemukakan pandangan teoritik beberapa praktisi pemasaran erhadap kasus-kasus customer satisfaction yang mereka hadapi, karena dalam membahas keunggulan bersaing tidak dapat dipisahkan dengan masalah kepuasan pelanggan. Masalah kepuasan pelanggan berkisar pada seberapa besar nilai suatu produk dapat memenuhi harapan pelanggan, tetapi juga bagaimana supaya unik sehingga lebih unggul daripada produk pesaing dan dengan demikian pelanggan yang merasa puas itu menjadi loyal. Loyalitas ini terbentuk karena nilai produk yang ditawarkan oleh perusahaan melebihi harapan pelanggan dan nilai lebih ini diciptakan oleh keunikan produk.

C.     Metode dan Data
Data sekunder yang dapat memberikan gambaran tentang profil IKGMT di Indonesia tidak sebanyak yang dimiliki oleh industri gula pasir atau putih, bahkan dapat dikatakan sangat minim. Hal di atas barangkali karena industri gula pasir adalah milik pemerintah, sehingga memiliki data yang lengkap, misalnya data tentang produksi, impor, ekspor, konsumsi dan stok setiap tahun selalu tercatat dengan relatif baik. Di samping itu juga memiliki lembaga-lembaga, seperti Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI), Sekretariat Dewan Gula dan Asosiasi Gula Indonesia dengan WARTA AGI-nya yang memberikan informasi tentang pergulaan nasional maupun dunia.

D.    Hasil
Hasil uji statistik bahwa pengaruh bahan baku yang baik terhadap kualitas produk tidak signifikan. Hal ini berarti bahwa kualitas bahan baku yang baik tidak secara otomastis menghasilkan produk dengan kualitas yang baik pula, tetapi masih tergantung pada pengaruh faktor lain dan dalam kasus ini pengaruh teknologi terhadap kualitas produk lebih signifikan daripada pengaruh kualitas bahan baku.


Comments

Popular Posts