(PENGARUH NILAI TUKAR TERHADAP EKSPOR INDONESIA)
PENGARUH NILAI TUKAR TERHADAP EKSPOR INDONESIA
Ari Mulianta Ginting
A. Masalah
Bagaimana perkembangan ekspor di indonesia
serta hubunganya terhadap nilai tukar dengan data yang ada di indonesia? Perubahan
posisi ekspor inilah yang kemudian berguna untuk memperbaiki posisi neraca
perdagangan.
B. Teori
Nilai tukar mata uang suatu negara dibedakan
atas nilai tukar nominal dan nilai tukar riil. Nilai tukar nominal merupakan
harga relatif mata uang dua negara. Sedangkan nilai tukar riil berkaitan dengan
harga relatif dari barang-barang di antara dua negara. Nilai tukar riil
menyatakan tingkat, dimana pelaku ekonomi dapat memperdagangkan barang-barang
dari suatu negara untuk barang-barang dari negara lain. Nilai tukar riil di
antara kedua mata uang kedua negara dihitung dari nilai tukar nominal dikalikan
dengan rasio tingkat harga di kedua negara tersebut.
C. Metode dan Data
Kajian ini menggunakan data sekunder berupa
data time series dengan metode analisis yang digunakan berupa analisis time
series dengan pendekatan Model Koreksi Kesalahan (Error Correction Model: ECM).
Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Eviews 6.0. Penggunaan
data time series menyimpan banyak permasalahan, salah satunya adalah
otokorelasi. Otokorelasi ini merupakan penyebab yang mengakibatkan data menjadi
tidak stasioner.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi
pustaka (library research), berupa dokumen atau arsip yang didapat dari Badan
Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), situs internet dan buku terkait.
Jenis data yang digunakan dalam kajian ini adalah data sekunder kuartalan dari
tahun 2005 kuartal I sampai dengan 2012 kuartal III.
D. Hasil
Hasil pertama menunjukan ekspor Indonesia dari
berbagai sektor dari tahun 2005 sampai tahun 2012 secara keseluruhan
menunjukkan perkembangan tren yang positif, walaupun pada tahun 2008-2009 serta
tahun 2012 menujukkan terjadinya penurunan ekspor Indonesia. Demikian pula
halnya dengan ekspor ke negara tujuan utama ekspor barang dan jasa Indonesia
secara keseluruhan menunjukkan tren positif dengan negara tujuan utama yaitu
negara-negara ASEAN, Eropa, dan Amerika.
Hasil Kedua, semakin kuatnya nilai tukar
(apresiasi) akan menyebabkan semakin menurunnya ekspor Indonesia. Demikian pula
halnya dengan PDB yang memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
ekspor. Hal ini menunjukkan semakin tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia
semakin meningkat kinerja ekspornya. Ketiga adalah dalam jangka pendek nilai
tukar memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap ekspor Indonesia.
Koefisien ECT menghasilkan tanda negatif dan signifikan yang mengandung arti
bahwa konvergensi variabel ekspor untuk menuju keseimbangan terjadi jika
terjadi shock dalam perekonomian.
Comments
Post a Comment