(Pengaruh Ekspor, Impor, Nilai Tukar Rupiah, Dan Tingkat Inflasi Terhadap Cadangan Devisa Indonesia)
Pengaruh Ekspor, Impor, Nilai Tukar Rupiah, Dan Tingkat Inflasi Terhadap
Cadangan Devisa Indonesia
Agusina, Reny
A.
Masalah
Apakah pengaruh ekspor, impor, nilai tukar
rupiah, dan tingkat inflasi secara simultan dan parsial terhadap cadangan
devisa Indonesia?
B. Teori
Cadangan devisa merupakan bagian dari tabungan nasional
sehingga pertumbuhan dan besar kecilnya cadangan devisa merupakan sinyal bagi
global financial markets mengenai kredibilitas kebijakan moneter dan
creditworthiness suatu negara. Besar kecilnya akumulasi cadangan devisa suatu
negara biasanya ditentukan oleh kegiatan perdagangan (ekspor dan impor) serta
arus modal negara tersebut. Sementara itu, kecukupan cadangan devisa ditentukan
oleh besarnya kebutuhan impor dan sistem nilai tukar yang digunakan.
Menurut Statistik Perdagangan Indonesia, ekspor
adalah perdagangan dengan cara mengeluarkan barang dari dalam keluar wilayah
Pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Transaksi impor adalah perdagangan dengan cara memasukkan
barang dari luar negeri ke dalam pabean Indonesia dengan mematuhi ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Nilai tukar merupakan suatu harga relatif yang diartikan
sebagai nilai dari suatu mata uang
terhadap mata uang lainnya. Hal tersebut menentukan daya beli paling tidak
untuk barang yang diperdagangkan dari satu nilai mata uang terhadap nilai mata
uang lainnya. Perubahan nilai tukar berpengaruh nyata terhadap harga barang
yang diperdagangkan. Apresiasi nilai tukar dalam suatu negara akan menurunkan
harga barang ekspornya dan menaikkan harga barang impor bagi partner dagang
mereka
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk
meningkat secara umum dan terus menerus. Kenaikan harga dari satu atau dua
barang saja tidak dapat disebut inflasi bila kenaikan itu meluas (atau
mengakibatkan kenaikan) kepada barang lainnya.
C. Metode dan Data
Penelitian ini adalah penelitian deskriptif
kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah data cadangan devisa, ekspor,
impor, nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi dari Bank Indonesia dan Badan
Pusat Statistik dari Januari 2008 sampai Desember 2012. Teknik pengambilan
sampel dengan menggunakan sampel jenuh. Sampel jenuh merupakan sampel yang
mewakili populasi, di mana biasanya hanya digunakan jika populasi dianggap
kecil atau kurang dari 100. Sehingga pada akhirnya diperoleh jumlah sampel
sebanyak 60 data.
D. Hasil
a. Pengaruh Ekspor Terhadap Cadangan Devisa Indonesia
Apabila Indonesia sering melakukan ekspor
barang ke negara lain maka Indonesia akan memperoleh devisa dari negara
pengimpor, jadi semakin banyak barang yang diekspor, maka devisa yang akan diperoleh juga semakin banyak. Dengan semakin
meningkatnya nilai ekspor, maka menunjukkan bahwa negara tersebut semakin
banyak menerima pemasukkan dari negara luar, atau biasa disebut menerima devisa
atau valuta asing yang merupakan salah satu sumber pendapatan negara.
b. Pengaruh Impor Terhadap Cadangan Devisa Indonesia
Dalam melakukan impor maka pemerintah
Indonesia akan membiayai impor tersebut dengan cadangan devisa indonesia,
dimana jika jumlah impor meningkat maka nilai cadangan devisa akan menurun.
Namun peningkatan impor dipicu oleh kuatnya permintaan dalam negeri akan barang
impor tersebut diikuti dengan bahan baku di Indonesia lebih murah dan biaya
tenaga kerja yang murah sehingga, menarik investor melakukan penanaman modal
asing di Indonesia dengan membangun pabrik akan barang yang selalu diimpor
tersebut sehingga aliran dana modal asing yang masuk akan mengakibatkan surplus
pada neraca perdagangan indonesia sehingga cadangan devisa juga meningkat.
c. Pengaruh Nilai Tukar Rupiah terhadap Cadangan Devisa Indonesia
Jika nilai tukar rupiah menguat didukung
dengan kondisi ekonomi stabil maka cadangan devisa Indonesia juga akan
meningkat, hal tersebut dikarenakan adanya dorongan minat investor yang tertarik
untuk melakukan investasi di pasar keuangan domestik yang akan mengakibatkan
surplus pada neraca transaksi berjalan sehingga cadangan devisa juga akan meningkat.
d. Pengaruh Tingkat Inflasi terhadap Cadangan Devisa Indonesia
Tingkat Inflasi tidak berpengaruh terhadap
Cadangan Devisa. Jika Inflasi terjadi maka akan mengakibatkan kenaikan pada
harga pangan dan minyak sehingga terjadi kesenjangan antara penawaran dan
permintaan dimana arus impor akan meningkat dan arus ekspor akan terhambat
ataupun mengalami penurunan terus menerus karena barang buatan dalam negeri
jauh lebih mahal dari pada harga barang sejenis buatan luar negeri. Pada
akhirnya, hal itu akan mengakibatkan defisit neraca perdagangan Indonesia yang
berdampak menurunnya cadangan devisa Indonesia.
Comments
Post a Comment