POSISI DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EKSPOR BUAH-BUAHAN INDONESIA

POSISI DAYA SAING DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI EKSPOR BUAH-BUAHAN INDONESIA
Amalia Pradipta dan Muhammad Firdaus
A.    Masalah
Bagaimana posisi daya saing ekspor buah-buahan Indonesia di negara tujuan utama ekspor dan dunia?
Apa saja yang menjadi faktor-faktor yang memengaruhi ekspor buah-buahan Indonesia?
Bagaimana strategi yang dapat mendukung keberhasilan dan meningkatkan daya saing buah-buahan Indonesia di pasar internasional?

B.     Teori
Gravity model adalah model yang digunakan untuk menganalisis faktor-faktor ekonomi dan non ekonomi yang dapat memengaruhi perdagangan antara dua negara berdasarkan hukum gravitasi teori Sir Isaac Newton. Model ini dapat menganalisis apakah perdagangan antar kedua negara berhubungan lurus dengan pendapatan masing-masing negara tersebut, dan berhubungan terbalik dengan hambatan perdagangan antar kedua negara

C.     Metode dan Data
Data  yang  digunakan  dalam  penelitian ini adalah berupa data sekunder untuk menganalisis keunggulan komparatif dan kompetitif digunakan metode analisis kuantitatif  RCA dan EPD selama 2003–2012, sedangkan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi ekspor buah-buahan Indonesia ke negara tujuan digunakan metode kuantitatif Gravity Model. Variabel dependen model mangga, manggis, rambutan, pisang, dan melon menggunakan volume ekspor. Perbedaan periode analisis dikarenakan adanya perbedaan kekontinuan volume dan nilai ekspor buah-buahan Indonesia pada setiap negara.

D.    Hasil
Ekspor mangga, manggis, dan jambu memiliki daya saing kuat di Asia dan Timur Tengah, sedangkan di kawasan Eropa memiliki daya saing lemah. Ekspor pisang ke sebagian besar negara tujuan memiliki daya saing yang lemah, sedangkan di negara Iran dan Malaysia ekspor buah ini memiliki daya saing yang kuat. Ekspor stroberi Indonesia ke negara tujuan memiliki daya saing yang kuat di Brunei, Perancis, dan Thailand. Ekspor melon dan semangka Indonesia memiliki daya saing yang kuat di Malaysia dan Brunei, sedangkan ke negara tujuan Hongkong, Jepang, dan Singapura ekspor buah ini memiliki daya saing yang lemah. Ekspor nanas Indonesia ke sebagian besar negara tujuan memiliki daya saing yang masih lemah.

Faktor-faktor yang memengaruhi ekspor buah-buahan Indonesia ke negara tujuan secara keseluruhan meliputi jarak ekonomi, GDP riil Indonesia, GDP riil negara tujuan, GDP per kapita negara tujuan, interaksi GDP riil Indonesia dan negara tujuan, indeks harga konsumen Indonesia, nilai tukar mata uang Indonesia terhadap dollar Amerika, harga ekspor buah-buahan Indonesia ke negara tujuan, populasi negara tujuan, dan krisis Eropa.

Comments

Popular Posts