PENGEMBANGAN STRATEGI KEAMANAN PRODUK PERIKANAN UNTUK EKSPOR KE AMERIKA SERIKAT

PENGEMBANGAN STRATEGI KEAMANAN PRODUK PERIKANAN UNTUK EKSPOR KE AMERIKA SERIKAT
Lely Rahmawati, Winanti P. Rahayu, Harsi D. Kusumaningrum
A.    Masalah
Bagaimana perkembangan kasus penolakan produk perikanan Indonesia oleh FDA?
Bagaimana analisis gap persyaratan standar dan regulasi Indonesia terhadap FDA untuk mengembangkan strategi perumusan kebijakan keamanan produk perikanan Indonesia yang di ekspor ke Amerika Serikat?

B.     Teori
Regulasi dan standar FDA terkait keamanan produk perikanan adalah peraturan FDA No. 21 CFR 123, FDA Food Code 2009 dan Fish and Fishery Products Hazards and Controls Guidance, edisi keempat, April 2011. FDA Food Code 2009 dan 21 CFR 123 memuat secara rinci standar GMP (Good Manufacturing Practices) produk pangan keseluruhan dan GMP khusus produk perikanan. Fish and Fishery Products Hazards and Controls Guidance, tidak hanya memuat mengenai 7 (tujuh) prinsip HACCP, akan tetapi standar bahaya kimia, fisik dan mikrobiologi yang dirinci untuk masing-masing jenis dan spesies ikan, dan untuk masing-masing proses pengolahan. FDA menjadi GMP dan sistem HACCP sebagai dasar dari regulasi dan standar Amerika Serikat untuk melindungi kesehatan masyarakatnya dari bahaya penyakit karena makanan.

C.     Metode dan Data
Penelitian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pengumpulan data, analisis dan pengembangan rekomendasi. Data perkembangan penolakan produk perikanan Indonesia di Amerika Serikat merupakan data sekunder tiga tahun terakhir (2010-2012) yang diperoleh dengan cara mengakses data ke website melalui internet yang dipublikasikan oleh FDA (FDA 2013a). Dilakukan juga studi kasus di PT. AAA yang telah mendapatkan sertifikat HACCP dari KKP dengan cara observasi dokumen sistem HACCP perusahaan, wawancara, dan audit. 
Pengumpulan data perkembangan regulasi dan standar keamanan produk perikanan Indonesia dan FDA diperoleh dengan mengakses website KKP dan FDA. Data yang diambil adalah revisi atau edisi terbaru peraturan perundangan dan standar yang terkait dengan keamanan produk perikanan.

D.    Hasil
Hasil penelitian ditemukan Adanya ketidak setaraan standar dan regulasi Indonesia dengan Amerika Serikat menimbulkan dampak penolakan produk perikanan Indonesia di negara tersebut. Selama tahun 2010-2012 terjadi penolakan produk Indonesia yang didominasi oleh produk perikanan, dengan penyebab utama Salmonella dan filthy. Penyebab penolakan tersebut terkait dengan praktek GMP, sanitasi dan penerapan HACCP. Studi kasus terhadap perusahaan olahan tuna PT. AAA juga menunjukkan kegagalan implementasi sistem HACCP karena perbedaan standar, regulasi dan audit sertifikasi Indonesia dan FDA.
Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan ekspor produk perikanan harus dibarengi dengan peningkatan mutu dan keamanan produk perikanan melalui penerapan 7 (tujuh) strategi tambahan terkait standardisasi dan akreditasi untuk mewujudkan peningkatan kerjasama internasional dan memperkokoh posisi Indonesia dalam menghadapi era globalisasi perdagangan. 



Comments

Popular Posts