PEMBERDAYAAN UKM : MENINGKATKAN KOMODITAS UNGGULAN EKSPOR UKM DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH (Studi pada UKM di Jawa Tengah)
PEMBERDAYAAN UKM : MENINGKATKAN KOMODITAS
UNGGULAN EKSPOR UKM DALAM RANGKA PENGEMBANGAN EKONOMI DAERAH (Studi pada UKM di
Jawa Tengah)
Fatmasari Sukesti, Setia Iriyanto
A.
Masalah
Bagaimana pengembangan Usaha Kecil dan
Menengah di Jawa Tengah yang berpotensi berkembang menjadi usaha yang dapat
bersaing dengan negara lain dengan
memproduksi komoditas ekspor yang dampaknya adalah meningkatnya
pendapatan daerah di Jawa Tengah?
B. Teori
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berperan dalam
perekonomian Indonesia, dapat dilihat dari kedudukannya saat ini. Ketika krisis
moneter tahun 1998 banyak perusahaan
besar mengalami kebangkrutan, UKM terbukti mampu bertahan terhadap krisis
ekonomi global dan mampu bersaing di
pasar. UKM juga berperan sebagai penyedia lapangan kerja terbesar, dan juga
komoditas unggulan UKM mampu mengembangkan kegiatan ekonomi daerah dan memberdayakan
masyarakatnya. Kebijakan pengembangan UKM saat ini masih belum optimal. Untuk
itu stakeholder, pemerintah dan lembaga- lembaga pemerintah perlu melakukan
upaya peningkatan daya saing komoditas unggulan daerah dalam rangka memenangkan
persaingan pada tingkat global.
C. Metode dan Data
Nilai total ekspor Jateng mencapai US $
3.868,59 juta, yang terdiri ekspor non migas US $ 3.674,04 juta dan ekspor non
migas US $ 194,55 juta. Komoditas tersebut diekspor ke negara-negara tujuan
Amerika Serikat, Jepang, China, Jerman, Malaysia, Republik Korea, Perancis, Inggris,
Belgia, Belanda dan Negara lain. Komoditas unggulan UKM meemiliki sumbangan
nilai ekspor komoditas berupa produk
kayu, furniture, garment, tekstil dan makanan olahan.
D. Hasil
Dari uraian-uraian dan penjelasan-penjelasan
dimuka, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dalam rangka pengembangan
usaha kecil dan menengah sebagai
kekuatan strategi untuk meningkatkan ekonomi daerah Jawa Tengah. Pertama,
potensi pengembangan UKM di Jawa Tengah sangat besar. Kedua,
pengembangan UKM harus dilaksanakan sesuai dengan budaya lokal dan potensi yang
dimiliki oleh daerah yang bersangkutan dan dilandasi komitmen dan koordinasi
yang baik antara pemerintah daerah, pebisnis dan lembaga non bisnis serta
masyarakat setempat dengan memberi dukungan positif dan nyata terhadap
pengembangan sumber daya manusia (pelatihan kewirausahaan), teknologi,
informasi, akses pendanaan serta bantuan pemasaran.. Ketiga, Sektor UKM sangat
berperan dalam menanggulangi masalah sosial di daerah dengan penyerapan tenaga
kerja yang sangat tinggi. Keempat, peranan peningkatan SDM, pemanfaatan
teknologi, akses permodalan, akses pemasaran, akses informasi, dan manajemen
sangat penting dalam mengembangkan UKM. Kelima. Sumber daya alam dan
sumber daya manusia serta pasar dunia
yang semakin terbuka pada era global merupakan potensi besar jika dimanfaatkan melaluii kerjasama
jaringan (network) pemerintah, LSM, lembaga swasta dan individu maupun kelompok
di kelola secara efektif dalam bentuk kemitraan.
Comments
Post a Comment