MODEL PERENCANAAN BAGI PJTKI DAN LEMBAGA TEMPAT PELATIHAN YANG BERKUALITAS UNTUK MEWUJUDKAN EKSPOR TENAGA KERJA YANG PROFESIONAL

MODEL PERENCANAAN BAGI PJTKI DAN LEMBAGA TEMPAT PELATIHAN YANG BERKUALITAS UNTUK MEWUJUDKAN EKSPOR TENAGA KERJA YANG PROFESIONAL
Febriani
A.    Masalah
Bagaimana Tenaga kerja yang bekerja disektor informal akan menimbulkan masalah seperti penyiksaan, perlindungan, penganiayaan dan lainnya? Bagaimana Jika pemerintah maupun perusahaan yang menempatkan TKI keluar negeri PJTKI agar calon TKI dapat memasuki sektor kerja formal?

B.     Teori
Indonesia saat ini merupakan negara pengirim tenaga kerja terbesar di dunia. Sebagian besar tenaga kerja yang berasal dari Indonesia bekerja di sektor informal, yang terbatas pada pekerjaan yang kotor, sulit dan berbahaya. Tenaga kerja yang bekerja disektor informal akan selalu menimbulkan masalah seperti penyiksaan, perlindungan, penganiayaan dan lainnya. Juga dalam hal pemberian perlindungan akan lebih sulit bagi tenaga kerja Indonesia yang masuk ke negara lain secara tidak resmi atau illegal. (Simanjuntak, Payman J, 2004). Jika ingin bekerja keluar negeri tentu perlu adanya sebuah perencanaan yang baik bagi pemerintah maupun perusahaan yang menempatkan TKI keluar negeri dalam hal ini PJTKI agar calon TKI dapat memasuki sektor kerja formal. Karena bekerja pada sektor formal akan terlindungi, bekerja ditempat yang ramai seperti di perusahaan dan pabrik, tetapi di sektor informal hanya berdua saja yaitu pekerja dan majikan (Febriani, 2008).

C.     Metode dan Data
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengungkapkan/menjelaskan fenomena, situasi dan kondisi saat ini secara nyata yang sifatnya mengungkapkan fakta (fact finding) yang terjadi.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang dipublikasikan oleh PJTKI dan Disnakertrans propinsi Sumatera Barat. Data primer diperoleh melalui survey ke PJTKI dan Disnakertrans, pengedaran koesioner ke calon TKI, dan wawancara langsung dengan pimpinan PJTKI dan calon TKI serta pihak Disnakertrans propinsi Sumatera Barat.

D.    Hasil
·         Pengaruh status perusahaan dengan tujuan bekerja keluar negeri calon TKI perlu mengetahui atau mencari informasi tentang status keberadaan perusahaan (legal/illegal) sebelum mendaftarkan diri sebagai calon TKI kepada pihak yang berwenang, agar adanya keselamatan dan perlindungan bagi calon TKI diluar negeri. Namun lebih beruntung calon TKI asal Sumatera Barat karena walaupun tidak memperhatikan status perusahaan yang memberikan fasilitas keluar negeri. Tetapi kebanyakan mereka senang dan selamat pulang pergi karena pemerintah propinsi Sumatera Barat telah menetapkan aturan bahwa tidak akan melayani TKI yang mengurus dokumen untuk bekerja di sektor informal seperti Pembantu Rumah Tangga (PRT). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi permasalahan diluar negeri.

·         Pengaruh Pendidikan terhadap Jenis Pekerjaan TKI diluar negeri memperlihatkan bahwa 61 terdapat hubungan antara pendidikan dengan jenis pekerjaan yang tekuni. Artinya calon TKI asal Sumatera Barat yang memiliki tingkat pendidikan tamatan SLTA/SMK memberikan pengaruh dimana sektor pekerjaan yang dapat dimasukinya hanya sebagai operator pabrik yang tidak terlalu membutuhkan tingkat pendidikan tinggi.

Comments

Popular Posts