DAMPAK PENGHAPUSAN SUBSIDI EKSPOR PERTANIAN OLEH NEGARA MAJU TERHADAP KERAGAMAN PEREKONOMIAN NEGARA BERKEMBANG
DAMPAK PENGHAPUSAN SUBSIDI EKSPOR
PERTANIAN OLEH NEGARA MAJU TERHADAP
KERAGAMAN PEREKONOMIAN NEGARA BERKEMBANG
Rahma Nurjanah
A. Masalah
Apakah dampak penghapusan subsidi ekspor oleh
negara maju yang telah disepakati oleh anggota WTO terhadap kinerja ekspor di
negara berkembang?
B. Teori
Teori dan Distorsi dalam Perdagangan
Internasional
Perbedaan sumberdaya yang dimiliki menyebabkan
setiap negara berusaha menghasilkan produk yang bisa diproduksinya dengan biaya
yang relatif lebih murah dibanding mengimpor, dan selanjutnya menjualnya ke
negara lain yang memproduksinya dengan biaya yang relatif lebih mahal. Kondisi ini
selanjutnya memunculkan spesialisasi dalam perdagangan, selanjutnya
spesialisasi akan memberikan manfaat atau gain from trade pada setiap negara.
Analisis tentang perdagangan internasional
bisa dilakukan dengan menggunakan dua pendekatan: Pertama, melalui pendekatan
keseimbangan parsial. Kedua, melalui pendekatan keseimbangan umum. Pendekatan
keseimbangan parsial menganalisis segala bentuk kebijakan perdagangan yang
mendistorsi pasar di suatu pasar tertentu tanpa secara eksplisit
memperhitungkan konsekuensikonsekuaensi terhadap pasar-pasar lainnya, sementara
analisis keseimbangan umum melihat pasar sebagai suatu sistem.
C. Metode dan data
Metode akan dianalisis baik secara kualitatif
maupun kuantitatif. Analisis deskriptif dimaksudkan untuk melihat perkembangan
dan alur perdagangan produk pertanian masing-masing negara/wilayah.
Penelitian ini akan menggunakan data sekunder.
Data utama yang digunakan adalah database Global Trade Alayisis Project (GTAP)
versi 7 yang dapat diperoleh dari Purdue
University. Dalam GTAP versi 7 adalah program GTAP terbaru yang memuat data
antara lain: tabel input-output, nilai tambah sektor produksi, nilai input
primer dan input antara, perdagangan bilateral, transportasi, tingkat proteksi,
pajak, dan subsidi dari wilayah (113) dan sektor (57) yang lebih banyak dari
GTAP versi 6.2 (87 wilayah dan 57 sektor).
D. Hasil
·
Dampak terhadap Ekspor Penghapusan subsidi
ekpor oleh negara maju ternyata meningkatkan ekspor negara berkembang.
Peningkatan terbesar ekspor negara berkembang terjadi pada komoditi susu dan ternak (Tabel 3). Bila dirinci
menurut negara, Cina adalah negara yang paling meningkat ekspornya sebagai
dampak perlakuan perdagangan bebas. Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa
semua ekspor komoditi pertanian Cina menunjukkan peningkatan. Kebijakan
penghapusan subsidi ekspor oleh negara maju berdampak positif terhadap ekspor
negara berkembang.
·
Dampak penghapusan subsidi ekspor oleh Amerika
Serikat dan Uni Eropa ternyata tidak berdampak besar terhadap PDB riil negara berkembang
Berdasarkan hasil simulasi PDB riil negara berkembang meskipun turun namun
tingkat penurunannya relatif kecil karena masih jauh dibawah 1 persen.
Comments
Post a Comment