Analisis Pengaruh Ekspor Industri Manufaktur Pada Kinerja Makroekonomi Indonesia

Analisis Pengaruh Ekspor Industri Manufaktur Pada Kinerja Makroekonomi Indonesia
Saimul
A.    Masalah
Bagaimana Kinerja makroekonomi Indonesia diukur melalui variabel-variabel Produk Domestik Bruto (PDB), necara perdagangan (BOT), inflasi (IHK), dan nilai tukar rupiah terhadap dolar (ER)? 

B.     Teori
Dikatakan, ekspor merupakan motor penggerak bagi pertumbuhan ekonomi (engine of growth), karena beberapa alasan. Pertama, ekspor menyebabkan penggunaan penuh sumber-sumber domestik sesuai keunggulan komparatif (comparative advantage) Negara. Kedua, ekspor memperluas pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Ketiga, ekspor merupakan sarana mengadopsi idea dan teknologi baru. Keempat, ekspor mendorong mengalirnya modal dari negara maju ke negara sedang berkembang. Kelima, ekspor merupakan cara efektif untuk menghilangkan perilaku monopoli. Keenam, ekspor meghasilkan devisa untuk memberi kesempatan mengimpor barang-barang modal dan barang-barang antara.

C.     Metode dan Data
Penelitian ini dilakukan pada skope atau tingkat nasional, menggunakan data sekunder berbentuk time series per triwulan mulai tahun 1990  hingga 2009. Data diperoleh dari berbagai sumber seperti Badan Pusat Statistik, Bank Indonesia, Kementeian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan sumber-sumber lain yang terkait dengan penelitian ini. Variabel-variabel yang dicakup secara umum dalam penelitian ini variabel ekspor industri manufaktur dan pertumbuhan ekonomi. Ekspor industri manufaktur kemudian dibagi ke dalam dua variabel yaitu ekspor agroindustri dan ekspor nonagroindustri. Sedangkan variabel pertumbuhan ekonomi didekati dengan Produk Domestik Bruto (PDB).  
Penelitian ini akan menggunakan model Vector Autoregression (VAR). sistem persamaan dengan menggunakan Impulse Response Function (IRF) dan Forecast Error Variance Decomposition (FEVD). Vector Autoregressive (VAR) merupakan suatu sistem persamaan yang menunjukkan bahwa setiap variabel merupakan fungsi linear dari konstanta dan nilai lag variabel itu sendiri, serta nilai lag variabel lain yang ada dalam sistem persamaan.

D.    Hasil
Hasih analisis menunjukkan pertama, Guncangan ekspor agroindustri manufaktur dalam jangka pendek dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi (0,10%), dan terhadap net ekspor, inflasi, dan nilai tukar memiliki dampak negatif. Dalam jangka panjang guncangan ekspor agroindustri menurunkan kinerja makrokonomi Indonesia yakni menurunkan pertumbuhan ekonomi, net ekspor, inflasi, dan nilai tukar. Respon kinerja makroekonomi atas guncangan ekspor agroindustri rata-rata mencapai keseimbangan  pada periode ke-38.
Kedua, Guncangan ekspor non-agroindustri dalam jangka pendek berpengaruh positif pada kinerja makroekonomi yakni pada pertumbuhan ekonomi, net ekspor, inflasi, dan nilai tukar. Dalam jangka panjang guncangan ekspor non-agroindustri juga berdampak positif dengan kecenderungan meningkat, sehinggga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, net ekspor, inflasi, dan nilai tukar. Namun terhadap nilai tukar mengalami penurunan (apresiasi rupiah). Respon kinerja makroekonomi atas guncangan ekspor non-agroindustri rata-rata stabil pada periode ke 38. 


Comments

Popular Posts