ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN SERTA POTENSI EKSPOR DAGING BABI INDONESIA
ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN SERTA POTENSI
EKSPOR DAGING BABI INDONESIA
I Ketut Kariyasa Dan Nyak Ilham
A.
Masalah
Apa faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran
dan permintaan daging babi di Indonesia?
Bagaimana Melakukan proyeksi penawaran dan
permintaan daging babi di Indonesia
dalam upaya melihat potensi ekspor ke depan?
B.
Teori
Menurut Soekartawi, dkk. (1986), kriteria
pemilihan bentuk suatu fungsi atau persamaan antara lain dapat ditentukan oleh
hubungan ekonomi antar peubah penjelas dan peubah yang dijelaskannya,
kesederhanaan persamaan, dan goodness of fit dari persamaan tersebut. Pada
studi ini, dua persamaan terpisah yang terdiri dari persamaan penawaran dan
permintaan dirumuskan dalam bentuk persamaan linier additive yang bersifat
dinamik ( time series ). Lebih lanjut
hasil pendugaan parameter kedua persamaan tersebut digunakan untuk memproyeksi
penawaran dan permintaan daging babi di Indonesia dalam sepuluh tahun kedepan.
C. Metode dan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini
merupakan data sekunder rentang waktu ( time series ) pada tingkat nasional
selama periode 1975 - 1999. Data tersebut lebih lanjut dianalis menggunakan
pendekatan ekonometrik. Metode pendugaan yang digunakan model penawaran dan
permintaan daging menggunakan metode OLS (Ordinary Least Squares), pengolahan
data yang dilakukan dengan program komputer SAS/ETS versi 6.12. Untuk menguji apakah peubah-peubah endogen
pada masing-masing penjelas secara bersama-sama nyata atau tidak nyata terhadap
peubah endogen pada masing-masing persamaan diguankan uji statistik F. Kemudian untuk menguji apakah masing-masing
peubah penjelas secara individual berpengaruh nyata atau tidak nyata terhadap
peubah endogen pada masing-masing persamaan digunakan uji statistik t.
D. Hasil
Hasil proyeksi penawaran dan permintaan daging
babi selama sepuluh tahun ke depan menunjukkan bahwa pada tahun 2000 jumlah
penawaran daging babi Indonesia sekitar
109,5 ribu ton dan pada tahun 2010 sudah mencapai empat kali lipat dari tahun
2000 (sebesar 439,1 ribu ton), seperti disajikan pada Tabel 12. Sementara itu, jumlah permintaan daging babi
di Indoensia pada tahun 2000 sebesar 99,4 ribu ton atau sekitar 90,80 persen
dari total penawarannya, dan pada tahun 2010 menjadi 152,7 ribu ton atau
sekitar 34,77 persen dari total penawaran daging babi di Indonesia.
Peubah-peubah yang mempengaruhi penawaran
daging babi di Indonesia yaitu harga daging babi itu sendiri, harga ternak
babi, net impor babi, populasi babi dan jumlah penawaran daging babi pada tahun
sebelumnya (lag penawaran daging babi).
Namun demikian dalam jangka pendek tampaknya jumlah penawaran daging
babi di Indonesia kurang respon terhadap keempat peubah tersebut. Demikian halnya dalam jangka panjang,
penawaran daging babi di Indonesia hanya respon terhadap perubahan harga daging
babi itu sendiri.
Comments
Post a Comment