ANALISIS HARGA, IMPOR, DAN EKSPOR SUSU

ANALISIS HARGA, IMPOR, DAN EKSPOR SUSU
Haris Budiyono
A.    Masalah
Bagaimana persoalan produksi dan konsumsi susu di dalam negeri, pemasaran susu segar dalam negeri, fenomena kenaikan harga susu di pasar internasional, dan perkembangan impor dan ekspor susu?

B.     Teori
Menurut Sudono (1999) peternakan sapi perah di Indonesia telah dimulai sejak abad ke-19 yaitu dengan pengimporan sapi-sapi bangsa Ayrshire, Jersey, dan Milking shorthorn dari Australia.  Pada permulaan abad ke-20 dilanjutkan dengan mengimpor sapi-sapi FriesHolland (FH) dari Belanda. Sapi perah yang dewasa ini dipelihara di Indonesia pada umumnya adalah sapi FH yang memiliki produksi susu tertinggi dibandingkan sapi jenis lainnya.  Persoalan lainnya disampaikan oleh Erwidodo (1993) yang menyatakan bahwa kondisi peternakan sapi perah di Indonesia saat ini adalah skala usaha kecil (2-5 ekor), motif usahanya adalah rumah tangga, dilakukan sebagai usaha sampingan atau usaha utama, masih jauh dari teknologi serta didukung oleh manajemen usaha dan permodalan yang masih lemah.

C.     Metode dan Data
Berdasarkan statistik data populasi dan produksi susu sapi perah yang dikeluarkan oleh Dirjen Peternakan-Departemen Pertanian (2008) tampak bahwa dari tahun ke tahun terjadi peningkatan produksi susu sapi perah. Pada Tahun 2006 terdapat 369.000 ekopr sapi perah yang menghasilkan 616.500 ton susu sapi segar, selanjutnya pada Tahun 2007 terjadi peningkatan produksi susu segar menjadi 636.900 ton susu segar yang dihasilkan dari 378.000 sekor sapi.  Persoalan yang paling mendasar adalah bahwa sentra produksi susu di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa.

D.    Hasil
ü  Kenaikan harga bahan baku susu di pasar internasional merupakan momentum penting yang mengisyaratkan betapa perlunya memelihara ketahanan produksi susu dalam negeri, karena selama kurun waktu itu susu segar dalam negeri dapat menjadi “buffer” yang dapat menyanggah kebutuhan bahan baku susu bagi IPS, dengan terjadinya penurunan “supply” susu di pasar internasional.
ü  Pengembangan produksi SSDN dengan menitikberatkan pada peran dan kinerja koperasi juga harus diimbangi dengan pengembangan kapasitas produksi di tingkat peternak, selaku produsen, menyangkut produktivitas, efisiensi, dan kualitas susu yang dihasilkan.  Selain itu pula, pemerintah perlu memperhatikan dan mendorong pengembangan usaha ternak sapi perah skala menengah (medium scale holders), yang diharapkan lebih memiliki peluang dan kapasitas untuk mengembangkan diri dan bahkan mampu bersaing terhadap pasokan produk susu impor.



Comments

Popular Posts