Analisis beberapa fakator yang berpengaruh terhadapp ekspor kopi provinsi bali priode 1990-2006

Analisis beberapa fakator yang berpengaruh terhadapp ekspor kopi provinsi bali priode 1990-2006
Putu Krisna Adwitya Sanjaya
A.    Masalah
Bagaimana keadaan ekspor Setelah pemberlakuan ICA-1994 volume ekspor kopi Provinsi Bali cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya. Kopi Bali yang memiliki mutu yang lebih rendah, menyebabkan kopi Bali menjadi kalah bersaing dengan negara-negara pengekspor kopi lainnya yang memiliki mutu kopi yang lebih baik?

B.     Teori
Paradigma Baru Perdagangan Internasional Perkembangan ekspor dari suatu negara tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor keunggulan komparatif tetapi juga oleh faktor-faktor keunggulan kompetitif. Inti daripada paradigma keunggulan kompetitif adalah keunggulan suatu negara di dalam persaingan global selain ditentukan oleh keunggulan komparatif (teoriteori klasik dan H-O) yang dimilikinya dan juga karena adanya proteksi atau bantuan fasilitas dari pemerintah, juga sangat ditentukan oleh keunggulan kompetitifnya. Keunggulan kompetitif tidak hanya dimiliki oleh suatu negara, tetapi juga dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di negara tersebut secara individu atau kelompok.

C.     Metode dan Data
Objek penelitian yang dilakukan di Provinsi Bali ini adalah pengaruh harga rata-rata ekspor kopi, kurs dollar Amerika Serikat dan kebijakan ekspor kopi terhadap volume ekspor kopi Bali periode 1990-2006. Teknik analisis  yang digunakan adalah teknik analisis regresi linier berganda yang didalamnya termasuk uji F, uji t dan standardized coefficients beta, dimana sebelumnya data time series di uji dengan metode uji stationer, agar data yang di regresi bersifat stationer yakni memiliki mean, variance dan kovarian yang tidak dipengaruhi oleh waktu sehingga data yang diperoleh menjadi valid.

D.    Hasil
Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat ditarik simpulan bahwa harga rata-rata ekspor kopi, kurs dollar Amerika Serikat dan kebijakan ekspor kopi secara serempak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor kopi Provinsi Bali periode 19902006. Pada periode yang sama kedua varibel bebas tidak berpengaruh  signifikan secara parsial terhadap volume ekspor kopi Provinsi Bali periode 1990-2006, dengan volume ekspor sesudah kebijakan ekspor lebih rendah daripada periode sebelum kebijakan ekspor diberlakukan. Variabel Kurs dollar Amerika Serikat merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap volume ekspor kopi Provinsi Bali periode 1990-2006 dan nilai Standardized Coefficients Beta dari kebijakan ekspor kopi adalah sebesar –0,831 yang merupakan nilai absolut Standardized Coefficients Beta yang tertinggi jika dibandingkan dengan nilai Standardized Coefficients Beta dari variabel lainnya.
Peningkatan kualitas kopi juga perlu terus dilakukan untuk meningkatkan daya saing kopi Bali di pasaran Internasional. Kegiatan bimbingan dan penyuluhan kepada petani kopi perlu diintefsifkan, karena dalam budi daya kopi selain dibutuhkan keterampilan dan pengalaman juga dituntut ketekunan dan ketelitian dalam penanganannya. Dan bagi pihak eksportir Kopi Bali perlu menjalin kerjasama dengan Pemerintah atau instansi-instansi teknis terkait, dan eksportir-eksportir lainnya untuk memperluas pangsa pasar komoditas kopi  di mancanegara melalui Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) atau perwakilan importir di atas perdagangan dan Pusat Perdagangan Indonesia.




Comments

Popular Posts