(Analisis Daya Saing Produk Ekspor Provinsi Sumatera Utara)
Analisis Daya Saing Produk Ekspor Provinsi Sumatera Utara
Budi Ramanda Bustami Paidi Hidayat, SE, M.Si
A.
Masalah
Apakah penyebab rendahnya daya saing produk
ekspor sehingga menyebabkan peluang bagi produk impor? Dan Apakah penyebab
lemahnya volume persaingan perdagangan dunia?
B.
Teori
Dalam persaingan internasional khususnya
didalam daya saing produk ekspor, ada tiga aspek yang perlu diperhatikan aspek
tersebut adalah:
· Harga, dalam menawarkan sesuatu produk harga
haruslah sama atau lebih rendah dari harga yang ditawarkan pesaing, atau biaya
produksinya lebih rendah dari biaya produksi di negara tujuan. Dalam hal ini
negara pengekspor memiliki keunggulan komparatif.
·
Mutu Produk, Mutu yang ditawarkan harus
memenuhi atau sesuai dengan selera konsumen.
· Waktu Penyerahan, harus sesuai dengan situasi
dan kondisi pasaran di negara tujuan. Keterlambatan pengapalan dan penyerahan
barang dapat berakibat fatal karena memungkinkan produk tersebut tidak lagi
dipasarkan yang akhirnya dapat mengurangi selera dan permintaan akan produk
tersebut.
C.
Metode dan Data
Jenis penelitian dari penelitian ini adalah
analisis deskriptif kuantitatif dengan
menggunakan data yang diperoleh dan dikumpulkan berdasarkan data time
series dari tahun 2000 hingga tahun 2010 dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Produk ekspor yang diteliti adalah berdasarkan Standard International Trade
Classification (SITC) yang merupakan 10 produk ekspor unggulan Provinsi
Sumatera Utara yaitu Udang, kerang dan sejenisnya segar atau dingin (SITC 036),
Kopi (SITC 071), Tembakau (SITC 122), Getah karet alam (SITC 231), Lemak dan
minyak nabati (SITC 422), Minyak, lemak nabati dan hewani olahan (SITC 431),
Kayu lapis (SITC Kayu olahan (SITC 635), Alumunium (SITC 684) serta
Barang-barang dan perlengkapan pakaian, bukan tekstil (SITC 848).
Metode analisis yang digunakan dalam
mengetahui kekuatan daya saing produk ekspor di Provinsi Sumatera Utara,
penulis menggunakan analisis Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed
Comparative Trade Advantage (RCTA) dan
Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP).
D.
Hasil
a) Berdasarkan metode RCA, hampir semua produk ekspor unggulan Provinsi
Sumatera Utara memiliki daya saing, kecuali produk udang, kerang dan sejenisnya
segar atau dingin, produk kayu lapis dan produk kayu olahan yang daya saingnya
dipasar internasional masih rendah.
b) Berdasarkan metode RCTA, tingkat daya saing produk ekspor Provinsi Sumatera
Utara memiliki hasil yang berbeda dengan metode RCA. Produk ekspor unggulan
Provinsi Sumatera Utara dengan metode RCTA terdapat pada produk tembakau,
produk minyak, lemak nabati dan hewani olahan, produk almunium dan produk
barang-barang dan perlengkapan pakaian, bukan tekstil.
c) Produk kopi, produk getah karet alam, dan produk lemak dan minyak nabati
berdasarkan metode RCA memiliki daya saing, tetapi dengan metode RCTA memiliki
daya saing yang lemah. Kondisi ini mengindikasikan produk tersebut memiliki
persaingan kuat dengan produk impor yang masuk ke Provinsi Sumatera Utara.
d) Produk ekspor unggulan Provinsi Sumatera Utara yang tidak memiliki daya
saing berdasarkan metode RCTA terdapat juga pada produk udang, kerang dan
sejenisnya segar atau dingin, produk kayu lapis dan produk kayu olahan 5.
Berdasarkan metode ISP yang memperoleh nilai positif, memperlihatkan semua
produk ekspor unggulan Provinsi Sumatera Utara cenderung di ekspor, walaupun
ada beberapa produk ekspor Provinsi Sumatera Utara yang daya saingnya lemah,
seperti produk udang, kerang dan sejenisnya segar atau dingin, produk kayu
lapis dan produk kayu olahan.
Comments
Post a Comment