Resume ke-5
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Ekspor
Indonesia
Adrian D. Lubis
A. Masalah
Bagaimanakah model proyeksi ekspor terbaik
yang dapat digunakan dalam menetapkan target jangka pendek maupun jangka
panjang, berdasarkan perkembangan ekonomi dan perdagangan yang terjadi di pasar
global terutama negara tujuan utama ekspor?
B. Teori
Berdasarkan teori ekonomi, perdagangan (ekspor
dan impor) merupakan salah satu kunci dari pertumbuhan ekonomi suatu negara,
disamping konsumsi, investasi, dan pengeluaran pemerintah. Dengan menggunakan
produk domestik bruto (PDB) sebagai indikator, perekonomian Indonesia
berkembang sangat dinamis. Pada pemerintahan Era Orde Baru, pertumbuhan ekonomi
tumbuh stabil pada kisaran 6% - 7% per tahun.
Pada masa krisis khususnya pada periode 1998, ekonomi Indonesia justru
mengalami kontraksi dengan laju pertumbuhan ekonomi -13,12%. Setelah periode tersebut, ekonomi Indonesia
mulai bangkit dengan laju pertumbuhan berkisar antara 5% - 6% per tahun.
C. Metode dan Data
ü Adapun data primer yang digunakan diperoleh dari kegiatan focus group
discussion di Jawa Timur, Medan, dan Sulawesi Selatan.
ü Adapun data sekunder yang digunakan terdiri dari data ekspor, data impor,
data kapasitas produksi, dan data harga bahan bakar minyak yang diterbitkan
oleh BPS, serta data produksi nasional dan nilai tukar dari International
Monetary fund . Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis ekonometrika
dengan menggunakan model regresi berganda.
D. Hasil
1) Perkembangan kinerja ekspor Indonesia secara historis bersifat dinamik,
yang dipengaruhi oleh perubahan kondisi ekonomi dunia.
2) Faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor di sektor pertanian pada pendekatan
penawaran adalah harga produk pertanian, kapasitas produksi, kurs (Real
effective exchange Rate/REER), impor bahan baku penolong serta harga bahan
bakar minyak. Sementara penawaran ekspor
disektor industri ditentukan oleh harga produk industri, kapasitas produksi,
kurs (Real effective exchange Rate /REER), impor bahan baku penolong serta
harga bahan bakar minyak (BBM).
3) Pemodelan proyeksi ekspor dari sisi
penawaran sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi di dalam negeri. Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan ekspor di sektor pertanian adalah
harga ekspor produk pertanian.
4) Menyadari GDP per kapita negara mitra merupakan faktor penentu utama
kinerja ekspor Indonesia, maka perlu adanya kebijakan yang sifatnya antisipasi
terhadap penawaran dan permintaan ekspor Indonesia dimana informasi tersebut
dapat diperoleh melalui perwakilan dagang seperti International Trade Promotion
Centre (ITPc) maupun Atase perdagangan Indonesia yang berada di negara mitra
dagang. Selain itu, untuk meningkatkan kemampuan memproyeksikan kinerja ekspor,
perlu terus dilakukan analisis dengan pemodelan yang lebih kompleks dengan
melakukan pemodelan secara struktural atau keseimbangan umum yang dapat
memprediksikan dengan baik dampak perubahan kinerja perekonomian di negara
mitra terhadap dinamika ekspor nasional.
Comments
Post a Comment