resume 7 (TEORI PERTUMBUHAN BERBASIS EKONOMI (EKSPOR) : POSISI DAN SUMBANGANNYA BAGI PERBENDAHARAAN ALAT-ALAT ANALISIS REGIONAL)

TEORI PERTUMBUHAN BERBASIS EKONOMI (EKSPOR) :  POSISI DAN SUMBANGANNYA BAGI PERBENDAHARAAN ALAT-ALAT ANALISIS REGIONAL
Prasetyo Soepono

A.    MASALAH

Bagaimanakah peranan teori pertumbuhan berbasis ekonomi (ekspor) dalam jajaran metode analisis regional?

B.     TEORI

Teori pertumbuhan berbasis ekspor atau model basis ekonomi sebagai salah satu metode analisis regional yang membedakan antara sektor industri aktivitas basic dan aktivitas sektor industri non-basic. Teori berbasis ekspor merupakan tindak lanjut atau perbaikan atau pelengkap dari metode regional sebelumnya, yaitu analisis shift share. Demikian pula dalam penelitian, analisis shift-share sering diikuti oleh penggunaan location qoutient sebagai salah satu teknik pengukuran yang paling terkenal dari model basis ekonomi.

C.    METODE DAN DATA

Data Indonesia yang dipilih untuk makalah ini adalah data tentang kesempatan kerja di sembilan sektor di Kabupaten Badung dan Propinsi Bali antara tahun 1985 dan tahun 1995. Dengan data kesempatan kerja di tiap sektor dan kesempatan kerja total di Kabupaten Badung dan data kesempatan kerja di tiap sektor yang sama di Propinsi Bali sebagai daerah yang lebih tinggi tingkatannya dan sebagai daerah acuannya, dapat dihitung location quotient untuk menentukan apakah suatu industri atau sektor ekonomi adalah basic atau bukan. Dalam hal ini ada dua pendekatan yaitu pendekatan tidak langsung dan pendekatan langsung. Pendekatan tidak langsung meliputi pendekatan asumsi, pendekatan location quotient dan pendekatan persyaratan minimum.

D.    HASIL

Dengan menggunakan pengganda basis ekonomi dapat dihitung berapa kali lipat pendapatan suatu daerah atau variabel daerah lain dapat bertambah sebagai akibat dari kenaikan ekspor pada tingkat yang lebih tinggi. Inilah peranan dan kontribusi teori basis ekonomi. Studi basis ekonomi ini lebih tepat digunakan untuk daerah kecil seperti desa, kecamatan, dan kabupaten (yang saat ini sedang digalakkan pengembangannya dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia), sebab makin besar suatu daerah , makin kurang penting ekspor, dan makin kurang teori basis ekspor dalam menggambarkn pertumbuhan. Inilah peranan atau kontribusi lain dari model basis ekonomi. Kontrubusi lainnya lagi adalah model basis ekonomi adalah yang pertama menerapkan model ekonomi makro tentang penentuan pendapatan di suatu daerah, di mana pengganda basis ekonomi merupakan bagian intergral.   

Comments

Popular Posts