pengaruh dukungan distributor adatapsi harga dan strategi internasionalisasi terhadap kinerja ekspor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam situasi turbulensi pasar di kota makasssar
A. MASALAH
Banyaknya upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan ekspor produk UMKM seperti lewat prosedur PKBE, pendirian kawasan UMKM, pembuatan basis data online, dan keterlibatan dalam MICE, tetapi laju ekspor UMKM masih rendah dalam semua sub sektor pada tahun 2011-2012
B. TEORI
Penelitian ini memeriksa faktor-faktor kinerja ekspor UMKM di Kota Makassar dengan tujuan melihat dalam latar tersebut apa saja faktor yang berperan dalam kinerja ekspor mereka. Secara khusus, peneliti meneliti efek dari intensitas teknologi informasi, intensitas persaingan, internasionalisasi, dukungan distribusi, adaptasi harga, dan dinamika pasar terhadap kinerja ekspor UKM di Kota Makassar.penelitian menggunakan data survey primer dari UMKM di Kota Makassar untuk mengetahui kondisi dari semua variabel tersebut.
C. METODE DAN DATANYA
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu suatu metode yang digunakan dalam suatu analisis terhadap data makro ekonomi yang tersedia dalam bentuk data sekunder. Sedangkan jenis penelitian adalah penelitian verificative yaitu penelitian yang bertujuan menemukan verifikasi atau mengkaji dan menguji keberadaan teori secara empirik dari hubungan–hubungan variabel yang diformulasikan dalam hipotesis, sehingga penelitian ini juga merupakan penelitian yang menjelaskan ( explanatory research ), yaitu menjelaskan hubungan kausal antara variabel terikat dan variabel bebas.
D. HASIL
Penelitian ini berhasil menjaring 112 sampel dari populasi 238 perusahaan. Perusahaan ini terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pertanian dan kelompok makanan. Hasil pengumpulan data diujikan dalam empat model struktural yang menguji berbagai hubungan antar variabel. Temuan-temuan yang diperoleh dapat dirangkum sebagai berikut:
1) Pasar ekspor produksi yang paling stabil dari segi volume adalah kayu olahan, karet, dan kancing kerang, sementara pasar ekspor yang paling tidak stabil adalah kayu, rotan, dan batatex. Jika dilihat dari segi arah stabilitas, pasar yang paling menguntungkan adalah pasar kancing kerang karena terus naik seiring waktu, sementara pasar kayu olahan dan karet justru menurun seiring waktu. Sementara itu, ekspor produksi yang paling menguntungkan adalah produk kakao. Pasar ekspor produk pertanian yang paling menguntungkan adalah pasar rumput laut dan kelapa.
2) Perusahaan yang bergerak di bidang makanan memiliki sasaran ekspor dengan konsesi kredit yang lebih berbeda dari Indonesia, memiliki strategi harga yang lebih berbeda dari Indonesia, memiliki infrastruktur pemasaran yang lebih.
berbeda dari Indonesia, dan memiliki persyaratan teknis yang lebih berbeda dari Indonesia, dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Selain itu, perusahaan yang bergerak di bidang makanan lebih mudah bekerjasama dengan distributor dalam merumuskan strategi pemasaran, lebih tidak mendukung distributornya, lebih sering berinteraksi dengan distributornya, dan lebih banyak menjual barang ke pasar ekspor, daripada perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Di sisi lain, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian memiliki konsumen yang lebih jarang mencari produk baru, lebih mirip satu sama lain dalam segi kebutuhan, dan lebih sedikit menghadapi konsumen baru ketimbang perusahaan yang bergerak di bidang makanan.
3) Hasil uji validitas dan reliabilitas menghasilkan satu item (100%) untuk intensitas teknologi informasi, dua item (50%) untuk lingkungan makro, dua item (67%) untuk intensitas persaingan, satu item (20%) untuk turbulensi pasar, satu item (25%) untuk dukungan distributor, tiga item (100%) untuk adaptasi harga, satu item (100%) untuk internasionalisasi, empat item (100%) untuk kinerja ekspor, delapan item (67%) untuk lingkungan eksternal, dan lima item (62,5%) untuk strategi ekspor.
4) Uji faktor tunggal Harman menyimpulkan kalau tidak ada masalah metode umum karena komponen terbesar hanya menjelaskan 48% varian dari data.
5) Model 1 menghasilkan hubungan signifikan antara intensitas teknologi informasi terhadap strategi ekspor, intensitas teknologi informasi terhadap kinerja ekspor, lingkungan eksternal terhadap strategi ekspor, dan strategi ekspor terhadap kinerja ekspor. Hubungan antara lingkungan eksternal terhadap strategi ekspor tidak signifikan.
6) Model 2 yang memecah variabel lingkungan eksternal ditemukan tidak menghasilkan satupun hubungan yang signifikan antar variabel penelitian.
7) Model 3 yang memecah variabel strategi ekspor menemukan hubungan signifikan antara intensitas teknologi informasi terhadap dukungan distributor, lingkungan eksternal terhadap dukungan distributor, dukungan distributor terhadap kinerja ekspor, dan lingkungan eksternal terhadap kinerja ekspor.
8) Model 4 memecah semua variabel strategi ekspor dan variabel lingkungan eksternal. Ditemukan bahwa intensitas teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap dukungan distributor, internasionalisasi, dan adaptasi harga. Lingkungan makro berpengaruh signifikan terhadap internasionalisasi dan dukungan distributor. Intensitas persaingan berpengaruh signifikan terhadap adaptasi harga dan kinerja ekspor. Turbulensi pasar berpengaruh signifikan terhadap adaptasi harga. Internasionalisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor. Dukungan distributor berpengaruh signifikan terhadap adaptasi harga. Adaptasi harga berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor.
Banyaknya upaya pemerintah untuk meningkatkan layanan ekspor produk UMKM seperti lewat prosedur PKBE, pendirian kawasan UMKM, pembuatan basis data online, dan keterlibatan dalam MICE, tetapi laju ekspor UMKM masih rendah dalam semua sub sektor pada tahun 2011-2012
B. TEORI
Penelitian ini memeriksa faktor-faktor kinerja ekspor UMKM di Kota Makassar dengan tujuan melihat dalam latar tersebut apa saja faktor yang berperan dalam kinerja ekspor mereka. Secara khusus, peneliti meneliti efek dari intensitas teknologi informasi, intensitas persaingan, internasionalisasi, dukungan distribusi, adaptasi harga, dan dinamika pasar terhadap kinerja ekspor UKM di Kota Makassar.penelitian menggunakan data survey primer dari UMKM di Kota Makassar untuk mengetahui kondisi dari semua variabel tersebut.
C. METODE DAN DATANYA
Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu suatu metode yang digunakan dalam suatu analisis terhadap data makro ekonomi yang tersedia dalam bentuk data sekunder. Sedangkan jenis penelitian adalah penelitian verificative yaitu penelitian yang bertujuan menemukan verifikasi atau mengkaji dan menguji keberadaan teori secara empirik dari hubungan–hubungan variabel yang diformulasikan dalam hipotesis, sehingga penelitian ini juga merupakan penelitian yang menjelaskan ( explanatory research ), yaitu menjelaskan hubungan kausal antara variabel terikat dan variabel bebas.
D. HASIL
Penelitian ini berhasil menjaring 112 sampel dari populasi 238 perusahaan. Perusahaan ini terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok pertanian dan kelompok makanan. Hasil pengumpulan data diujikan dalam empat model struktural yang menguji berbagai hubungan antar variabel. Temuan-temuan yang diperoleh dapat dirangkum sebagai berikut:
1) Pasar ekspor produksi yang paling stabil dari segi volume adalah kayu olahan, karet, dan kancing kerang, sementara pasar ekspor yang paling tidak stabil adalah kayu, rotan, dan batatex. Jika dilihat dari segi arah stabilitas, pasar yang paling menguntungkan adalah pasar kancing kerang karena terus naik seiring waktu, sementara pasar kayu olahan dan karet justru menurun seiring waktu. Sementara itu, ekspor produksi yang paling menguntungkan adalah produk kakao. Pasar ekspor produk pertanian yang paling menguntungkan adalah pasar rumput laut dan kelapa.
2) Perusahaan yang bergerak di bidang makanan memiliki sasaran ekspor dengan konsesi kredit yang lebih berbeda dari Indonesia, memiliki strategi harga yang lebih berbeda dari Indonesia, memiliki infrastruktur pemasaran yang lebih.
berbeda dari Indonesia, dan memiliki persyaratan teknis yang lebih berbeda dari Indonesia, dibandingkan dengan perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Selain itu, perusahaan yang bergerak di bidang makanan lebih mudah bekerjasama dengan distributor dalam merumuskan strategi pemasaran, lebih tidak mendukung distributornya, lebih sering berinteraksi dengan distributornya, dan lebih banyak menjual barang ke pasar ekspor, daripada perusahaan yang bergerak di bidang pertanian. Di sisi lain, perusahaan yang bergerak di bidang pertanian memiliki konsumen yang lebih jarang mencari produk baru, lebih mirip satu sama lain dalam segi kebutuhan, dan lebih sedikit menghadapi konsumen baru ketimbang perusahaan yang bergerak di bidang makanan.
3) Hasil uji validitas dan reliabilitas menghasilkan satu item (100%) untuk intensitas teknologi informasi, dua item (50%) untuk lingkungan makro, dua item (67%) untuk intensitas persaingan, satu item (20%) untuk turbulensi pasar, satu item (25%) untuk dukungan distributor, tiga item (100%) untuk adaptasi harga, satu item (100%) untuk internasionalisasi, empat item (100%) untuk kinerja ekspor, delapan item (67%) untuk lingkungan eksternal, dan lima item (62,5%) untuk strategi ekspor.
4) Uji faktor tunggal Harman menyimpulkan kalau tidak ada masalah metode umum karena komponen terbesar hanya menjelaskan 48% varian dari data.
5) Model 1 menghasilkan hubungan signifikan antara intensitas teknologi informasi terhadap strategi ekspor, intensitas teknologi informasi terhadap kinerja ekspor, lingkungan eksternal terhadap strategi ekspor, dan strategi ekspor terhadap kinerja ekspor. Hubungan antara lingkungan eksternal terhadap strategi ekspor tidak signifikan.
6) Model 2 yang memecah variabel lingkungan eksternal ditemukan tidak menghasilkan satupun hubungan yang signifikan antar variabel penelitian.
7) Model 3 yang memecah variabel strategi ekspor menemukan hubungan signifikan antara intensitas teknologi informasi terhadap dukungan distributor, lingkungan eksternal terhadap dukungan distributor, dukungan distributor terhadap kinerja ekspor, dan lingkungan eksternal terhadap kinerja ekspor.
8) Model 4 memecah semua variabel strategi ekspor dan variabel lingkungan eksternal. Ditemukan bahwa intensitas teknologi informasi berpengaruh signifikan terhadap dukungan distributor, internasionalisasi, dan adaptasi harga. Lingkungan makro berpengaruh signifikan terhadap internasionalisasi dan dukungan distributor. Intensitas persaingan berpengaruh signifikan terhadap adaptasi harga dan kinerja ekspor. Turbulensi pasar berpengaruh signifikan terhadap adaptasi harga. Internasionalisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor. Dukungan distributor berpengaruh signifikan terhadap adaptasi harga. Adaptasi harga berpengaruh signifikan terhadap kinerja ekspor.
Comments
Post a Comment